Hadits Kesehatan dan waktu luang
أَخْبَرَنَا الْمَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ هُوَ ابْنُ سَعِيدٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَاهُ يُحَدِّثُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الصِّحَّةَ وَالْفَرَاغَ نِعْمَتَانِ مِنْ نِعَمِ اللَّهِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ
Telah mengabarkan kepada kami Al Makki bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Abdullah ia adalah Ibnu Sa’id, bahwa ia mendengar ayahnya menceritakan dari Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya kesehatan dan waktu luang adalah dua kenikmatan dari kenikmatan-kenikmatan Allah yang kebanyakan manusia teperdaya olehnya.”
Makna penting dari hadits kesehatan dan waktu luang di atas:
1. Kesehatan adalah modal utama untuk beramal, bekerja, dan beribadah. Banyak orang baru menyadari nilainya setelah sakit.
2. Waktu luang adalah kesempatan berharga yang sering terbuang untuk hal-hal sia-sia. Padahal, ia bisa dimanfaatkan untuk kebaikan dan memperbaiki diri.
3. “Tertipu” maksudnya: Banyak orang menyangka bahwa nikmat itu akan selalu ada, lalu menundanya untuk hal-hal penting seperti ibadah, belajar, atau berbuat baik, sampai akhirnya kesempatan itu hilang.